Ditulis oleh: Khairunnisa Indah Aryani
Ditinjau oleh: Aminarso, Ak., Safitri Aprilia, S.E.
Cara Gross Up PPh 21 dalam Penggajian Karyawan sering menjadi solusi dalam praktik penggajian ketika pajak dianggap mengurangi take home pay karyawan. Perusahaan tetap wajib mematuhi ketentuan perpajakan, sementara karyawan berharap menerima gaji bersih sesuai kesepakatan. Ketika potongan pajak terasa besar, banyak perusahaan memilih metode gross up PPh 21 sebagai solusi.
Melalui metode ini, perusahaan tetap membayarkan pajak sesuai aturan tanpa mengurangi take home pay karyawan. Namun, penerapannya membutuhkan pemahaman dan pengelolaan yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahan perhitungan.
Ilustrasi proses penghitungan PPh 21 dalam penggajian karyawan oleh perusahaan.

Ilustrasi proses penghitungan PPh 21 dalam penggajian karyawan oleh perusahaan.
Apa Itu Metode Gross Up PPh 21?
Sebelum memahami metode gross up, penting untuk mengetahui bahwa PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan karyawan yang wajib dipotong oleh perusahaan.
Metode gross up PPh 21 adalah cara penghitungan di mana perusahaan menambahkan pajak sebagai tunjangan kepada karyawan, lalu memotongnya kembali sebagai PPh 21. Dengan demikian, pajak tetap tercatat atas nama karyawan, namun secara ekonomi ditanggung oleh perusahaan.
Bagi karyawan, metode ini membuat gaji bersih terasa lebih stabil. Sementara bagi perusahaan, metode ini sering menjadi bagian dari strategi kompensasi.
Berbeda dengan keduanya, metode gross up menambahkan pajak sebagai tunjangan, lalu memotongnya kembali sebagai PPh 21. Perbedaan ini membuat metode gross up PPh 21 banyak dipilih perusahaan yang ingin menjaga struktur gaji tetap kompetitif dan transparan.
Untuk memahami perlakuan pajak pada jenis penghasilan tertentu seperti pesangon, Anda juga dapat membaca artikel Tarif PPh 21 Final Pesangon Terbaru dan Cara Menghitungnya di Perusahaan.
Perbedaan Gross Up dengan Metode Penghitungan Lain
Dalam penggajian, perusahaan umumnya menggunakan beberapa metode penghitungan pajak.
Pada metode gross, perusahaan memotong pajak langsung dari gaji karyawan. Sementara itu, pada metode net, perusahaan menanggung pajak tanpa menambahkannya sebagai tunjangan dalam penghasilan.
Berbeda dengan keduanya, metode gross up menambahkan pajak sebagai tunjangan, lalu memotongnya kembali sebagai PPh 21. Perbedaan ini membuat metode gross up banyak dipilih perusahaan yang ingin menjaga struktur gaji tetap kompetitif dan transparan.

Perbandingan metode penghitungan PPh 21 dalam penggajian karyawan.
Kenapa Perusahaan Menggunakan Metode Gross Up?
Perusahaan menggunakan metode gross up untuk menjaga keseimbangan antara kepatuhan pajak dan kepuasan karyawan.
Dengan metode ini, perusahaan dapat memastikan take home pay tetap sesuai perjanjian kerja. Selain itu, perusahaan juga menjadikannya sebagai bagian dari strategi kompensasi dan retensi karyawan.
Di sisi lain, metode ini membantu meningkatkan transparansi karena komponen pajak terlihat jelas dalam slip gaji. Namun, karena berdampak pada biaya, perusahaan biasanya menerapkannya hanya pada level atau posisi tertentu.
Cara Kerja Gross Up dalam Penggajian
Tanpa masuk ke rumus teknis, alur gross up PPh 21 dapat dipahami sebagai berikut.
Pertama, perusahaan menentukan target gaji bersih karyawan. Selanjutnya, perusahaan menghitung PPh 21 sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudian, perusahaan menambahkan pajak tersebut sebagai tunjangan, sehingga penghasilan bruto meningkat. Setelah itu, perusahaan memotong kembali pajak sebagai PPh 21 dari penghasilan tersebut.
Melalui alur ini, karyawan tetap menerima gaji bersih sesuai target, sementara perusahaan tetap memenuhi kewajiban pajak kepada negara.

Alur sederhana cara gross up PPh 21 dalam penggajian karyawan.
Melalui alur ini, karyawan tetap menerima gaji bersih sesuai target, sementara perusahaan tetap memenuhi kewajiban pajak kepada negara.
Kesalahan dalam menghitung pajak, termasuk dalam skema gross up, dapat berdampak pada kepatuhan. Simak lebih lanjut dalam artikel Salah Hitung PPh 21 Bisa Berujung Sanksi Pajak, Ini Risiko yang Sering Terjadi.
Kenapa Slip Gaji Gross Up Terlihat “Berputar”?
Dalam praktiknya, slip gaji dengan metode gross up sering terlihat seperti “berputar”. Hal ini terjadi karena perusahaan menambahkan tunjangan pajak sekaligus memotong pajak dengan nilai yang hampir sama.
Tunjangan pajak meningkatkan penghasilan bruto, sedangkan potongan pajak merupakan kewajiban PPh 21. Meskipun terlihat saling mengimbangi, hasil akhirnya tetap menunjukkan gaji bersih yang sesuai.
Selama perhitungan dilakukan dengan benar, mekanisme ini tetap sah dan sesuai dengan ketentuan perpajakan.
Dampak Gross Up terhadap Biaya Perusahaan
Penerapan skema gross up akan meningkatkan total biaya penggajian perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan strategi yang tepat dalam penerapannya.
Sebagai solusi, banyak perusahaan hanya menerapkan metode ini pada level tertentu. Selain itu, perusahaan juga sering mengombinasikan metode gross dan gross up dalam satu struktur penggajian.
Tidak sedikit pula perusahaan yang menggunakan metode gross up hanya untuk komponen tertentu, seperti bonus atau THR, agar biaya tetap lebih terkendali.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Gross Up
Metode gross up PPh 21 memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Kelebihan:
- Take home pay karyawan lebih stabil
- Meningkatkan kepuasan karyawan
- Pajak tetap tercatat atas nama karyawan
Kekurangan:
- Membutuhkan sistem payroll yang andal
- Biaya perusahaan lebih tinggi
- Administrasi lebih kompleks

Ilustrasi pengelolaan PPh 21 yang tepat membantu perusahaan menjaga kepatuhan dan kepuasan karyawan.
Kesimpulan
Metode gross up PPh 21 merupakan bagian dari strategi penggajian dan kompensasi perusahaan. Metode ini membantu menjaga take home pay karyawan tanpa mengabaikan kewajiban pajak.
Namun, perusahaan perlu memastikan kesiapan dari sisi kebijakan, sistem, dan pemahaman tim internal sebelum menerapkannya. Pastikan skema PPh 21 Anda sudah sesuai regulasi dan efisien karena jika dikelola dengan baik, metode gross up akan menjadi solusi yang adil bagi perusahaan dan karyawan.






