Sudah Tahu PPh 21 THR dan Cara Menghitungnya? Cek di Sini

Feb 20, 2026 | PPh 21

Ditulis oleh: Khairunnisa Indah Aryani

Ditinjau oleh: Heri Purwanto, SE, BKP., Safitri Aprilia, S.E.

Banyak karyawan menunggu Tunjangan Hari Raya (THR). Namun saat menerima slip gaji THR, banyak dari mereka terkejut karena potongan pajaknya terasa lebih besar dibanding bulan biasa.

Pertanyaan seperti “Kenapa THR kena pajak?” atau “Kenapa potongannya besar?” pun sering muncul.

Padahal, perusahaan memperlakukan perhitungan PPh 21 atas THR berbeda dari gaji rutin.

Melalui artikel ini, kamu bisa memahami hal tersebut secara singkat, jelas, dan mudah.

Ilustrasi proses penghitungan THR dan pajaknya oleh perusahaan.

Ilustrasi proses penghitungan THR dan pajaknya oleh perusahaan.

Apakah THR Dikenakan PPh 21?

Jawabannya: ya, perusahaan mengenakan PPh 21 atas THR.

Aturan pajak memasukkan THR sebagai objek pajak karena THR menjadi penghasilan tambahan di luar gaji bulanan. Selama masih berstatus sebagai karyawan dan menerima THR dari perusahaan, penghasilan tersebut tetap masuk dalam perhitungan pajak sesuai ketentuan PPh 21 (lihat Panduan Dasar PPh 21 yang Perlu Diketahui Karyawan Perusahaan).

Meski banyak orang menganggap THR sebagai ‘bonus tahunan’, aturan pajak tetap memasukkannya sebagai bagian dari total penghasilan karyawan.

Kenapa Pajak THR Terasa Lebih Besar?

Banyak karyawan merasa potongan pajak THR lebih besar dari biasanya. Namun, perusahaan tidak menghitung pajak THR secara terpisah atau sebagai pajak tambahan.

Sebaliknya, perusahaan menambahkan THR ke penghasilan bruto pada bulan pembayaran. Akibatnya, bulan tersebut mencatat total penghasilan yang lebih tinggi dibanding bulan biasa.

Dalam skema TER (Tarif Efektif Rata-rata), penghasilan bruto dan status PTKP langsung menentukan tarif pajak yang berlaku (lihat PPh 21 Berapa Persen Dipotong dari Gaji?).

Ketika penghasilan meningkat karena THR, tarif TER yang berlaku juga bisa ikut naik. Inilah yang membuat potongan PPh 21 pada bulan THR terasa lebih besar. Bukan karena ada pajak baru, melainkan karena dasar pengenaan pajaknya memang meningkat.

Ilustrasi PPh 21 atas THR merupakan penyesuaian dari total pajak penghasilan tahunan.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya PPh 21 THR

Besarnya pajak THR tidak selalu sama untuk setiap karyawan. Beberapa faktor memengaruhi hal ini, seperti:

Karena itu, meskipun nominal THR terlihat sama, karyawan bisa menerima jumlah THR bersih yang berbeda.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Dalam praktiknya, beberapa kesalahan berikut masih sering terjadi:

  • Perusahaan belum memperbarui status PTKP karyawan.
  • Salah memahami metode penghitungan pajak
  • Slip gaji kurang transparan

Kesalahan ini kerap menimbulkan kebingungan atau ketidakpercayaan karyawan, padahal sering kali berasal dari data yang tidak akurat atau sistem yang kurang optimal.

Apa yang Perlu Diperhatikan Karyawan dan Perusahaan?

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, baik karyawan maupun perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal.

Bagi karyawan, penting untuk memahami bahwa THR bukan penghasilan bebas pajak dan memastikan data keluarga sudah sesuai.

Bagi perusahaan, pastikan data karyawan selalu mutakhir, metode penghitungan konsisten, dan sistem payroll mampu menghitung pajak dengan akurat.

Pengelolaan PPh 21 THR yang baik tidak hanya menjaga kepatuhan pajak, tetapi juga membantu menghindari keluhan dari karyawan.

Kesimpulan

PPh 21 atas THR bukanlah potongan yang muncul secara tiba-tiba. Perusahaan menambahkan THR ke penghasilan bruto pada bulan pembayaran, sehingga tarif pajak ikut berubah.

Dengan memahami cara kerjanya, karyawan dapat lebih bijak dalam mengelola THR. Di sisi lain, perusahaan juga dapat menjalankan kewajiban perpajakan secara lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi.

Untuk memperdalam pemahaman, kamu juga dapat membaca Panduan Dasar PPh 21 serta pembahasan mengenai metode gross up dan penghitungan pajak karyawan agar gambaran tentang PPh 21 menjadi lebih utuh. agar gambaran tentang PPh 21 menjadi lebih utuh.